Friday, November 24, 2017

-Pers Release, Jurnalistik Day “Karyaku Membangkitkan Peradaban”

-Pers Release, Jurnalistik Day  “Karyaku Membangkitkan Peradaban”

Fakultas Geografi, 18 Juni 2016, 09.00-15.00 WIB.

 

Ramadhan di Kampus atau yang dikenal dengan RDK bekerja sama dengan Jamaah Muslim Geografi (UGM) melaksanakan pelatihan kepenulisan dalam Jurnalistik Day dengan tema “Karyaku Membangkitkan Peradaban” (18/6). Acara ini dibuka secara resmi oleh ketua pelaksana RDK, Yudha Bakti dan Ketua JMG, M. Sulthon Andalas. Jurnalistik Day dibawakan oleh Yeyen Rostiyani selaku wartawati Senior Republika dan Iwan Samariansyah selaku Jurnalis Senior di Audit B, Fakultas Geografi, UGM. Perjalanan jurnalistik di Indonesia memiliki pasang surut perkembangan. Bergerak dari media mahasiswa berupa koran mahasiswa yang sangat laris hingga 50.000 cetakan eksemplar per minggu  dikalangan masyarakat yang bertentangan dengan media umum yang tidak diminati masyarakat pada tahun 70-an.

Dunia Jurnalistik di Indonesia saat ini berada pada down condition seiring dengan tumbuhnya media sosial seperti facebook yang menjadikan warta tulis berupa media cetak mengalami penurunan yang signifikan. Taktik yang kemudian digunakan media cetak yakni menerbitkan tulisan dalam bentuk online sehingga mampu bermain dalam dunia pers. Jurnalistik di Indonesia dapat bertahan dengan menyajikan berita dalam bentuk investigasi bukan hanya memberikan informasi.  Iwan menyatakan, untuk memperbaiki kondisi media cetak, beberapa hal yang harus dilakukan menyekolahkan kembali para jurnalistik dengan harapan adanya peningkatan kapasitas jurnalis,  menyajikan berita dengan cara memperdalam investigasi yang tidak didapatkan di dunia online, dan gaya tulis diubah menjadi narative jurnalism yang meyajikan berita dengan bahasa narasi.

Semangat jurnalis dalam mencintai profesinya seperti yang diujarkan Yeyen , “Jihad tidak akan memperpendek umur saya dan diam tidak akan memperpanjang umur saya”. Hal ini menjadi motivasi beliau sebagai jurnalis dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Prinsip jurnalistik pertama yakni kebenaran diatas segalanya, persoalan bagaimana untuk penyampaian pada publik, ideologi yang akan bermain. Sikap yang harus dimiliki oleh jurnalis yakni sikap yang skeptis. Prinsip kedua yakni loyalitas kepada kepentingan publik, jurnalistik tidak bisa memiliki keberpihakan pada pemiliki modal, pemangku kebijakan, dan pihak lainnya. Prinsip ketiga yakni verifikasi termasuk verifikasi saksi mata. Legalitas akan menjadi hal yang penting dalam verifikasi dengan ketepatan dalam memilih narasumber. Hal ini selaras dengan prinsip dalam Islam dalam menghadapi masalah yakni menanamkan sikap tabayyun.  Prinsip keempat yakni independensi. Prinsip kelima yakni penyambung lidah yang tertindas. Prinsip keenam jurnalistik sebagai pembangun opini publik, ketujuh jurnalistik bersifat relevan dan menarik, kedelapan komprehensif dan profesional. Prinsip lainnya yakni on the record atau off the record. Bagaimana pun perkembangan berita melalui media online, media cetak diperlukan untuk verifikasi berita yang lebih baik. Berita dirilis karena memiliki keaktualan yang paling baik, pengaruh dan dampaknya yang luar biasa bagi opini publik, keberadaan konflik, human interest, proximity yang tak hanya digambarkan oleh kedekatan kejadian secara geografis namun juga non geografis, dan keberpengaruhan seseorang.

Selain 5 W +1 H, So What juga menjadi pertanyaan yang kerap dipertanyakan jurnalistik untuk mengklarifikasi sebuah kasus. Penulisan isu harus disertai oleh isi, background, pengkutipan, gambaran kasus berupa tempat dan suasana. Tulisan dapat berupa strange news, future news, narative news (SFL,Ais).

Scroll To Top
shared on azmobi.net