Yuk Nyawwal !

Sudahkah Anda Tau Tentang Hal Ini, Terkait Puasa Sunnah Syawwal?

 yffjjh

Alhamdulillah telah genap sepuluh hari kita semua memasuki bulan Syawwal 1439. Setelah menempa diri menuju kedekatan kepada Allah dan menuju ke arah yang lebih baik kita sebagai umat muslim hendaknya bersyukur masih bisa menjumpai bulan Syawwal. Apabila mendengar kata Syawwal, terdapat satu momen yang penting pada bulan ini yaitu puasa  Syawwal. Puasa Syawwal merupakan salah satu puasa sunnah yang dilakukan pada bulan Syawwal setelah tanggal 1 Syawwal sebanyak 6 hari puasa.  Puasa sunnah ini memiliki banyak keutamaan. Keutamaan tersebut diantaranya ialah. Hal ini sesuai dengan isi kedua hadist  berikut ini

Pertama

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka dia seperti berpuasa satu tahun.” (HR. Imam Muslim).

Kedua

Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا)

“Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil)

Berdasarkan keutamaan tersebut maka akan rugi rasanya apabila tidak melaksanakan puasa ini. Seseorang yang berpuasa enam hari di bulan Syawwal setelah berpuasa Ramadhan, seolah-olah ia berpuasa selama satu tahun penuh. Penjelasannya ialah setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat kebaikan sehingga puasa selama satu bulan Ramadhan diibaratkan puasa sepuluh bulan. Sementara enam hari pada bulan Syawwal diibaratkan puasa selama 60 hari atau setara dengan puasa dua bulan. Maka jumlah puasa yang dikerjakan terhitung satu tahun penuh. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56 dan Syarh Riyadhus Sholihin, 3/465) Sungguh, Alhamdulillah begitu besar kenikmatan dan kemurahan yang Allah berikan kepada kita umat muslim dalam meraih  pahala ibadah setahun penuh tanpa kesulitan. Keutamaan dari puasa sunnah Syawwal ialah dapat menyempurnakan amalan wajib dalam hal ini contohnya ialah sholat. Hal ini karena puasa Syawwal diibaratkan sholat sunah rowatib sesuadah atau sebelum shalat fardhu.

Adapun pelaksanaan puasa ini sama seperti puasa pada umumnya. Perbedaanya ialah pada niatnya dan jumlah hari puasa. Niat puasa sunnah Syawwal ialah sebagai berikut

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawwal esok hari karena Allah Ta’ala.”

Pengucapan niat puasa sunnah Syawwal hendaknya dilakukan pada malam hari . Pernyataan ini sesuai dengan hadist yang artinya “ Barang siapa yang tidak meniatkan puasa dari malam harinya sebelum fajar, maka tidak (sah) puasanya ).”(HR An-Nasa’i, dishahihkan Sa’iq Al-Bani). Namun terdapat pendapat lain yang tidak mensyaratkan niat dari malam hari selain pada puasa wajib (Ramadhan) [berdasarkan hadist lain]. Niat yang diucapkan pada pagi hari ialah

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawwal hari ini karena Allah Ta’ala.”

Waktu pelaksanaan puasa sunnah Syawwal dilakukan apabila orang tersebut sudah terbebas dari hutang puasa wajib yang ia tinggalkan selama bulan Ramadan. Walaupun ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa dalam melaksanakan puasa sunnah Syawwal bisa dilaksanakan sebelum mengqodho’, mengingat bulan Syawwal hanya sekali dalam satu tahun. Adapun cara yang paling baik dalam melakukan puasa sunnah ini ialah dilakukan setelah 1 Syawwal secara langsung dan berkesinambungan. Hal ini sesuai dengan apa yang sudah dinashkan oleh para ulama. Alasannya ialah lebih sempurna dalam merealisasikan kelanjutan seperti yang dinyatakan dalam hadits, “kemudian dilanjutkan”. Tindakan tersebut termasuk berlomba-lomba kepada kebaikan. Selain itu, karena hal itu termasuk bukti semangat yang merupakan kesempurnaan seorang hamba. Kesempatan itu tidak boleh lewat, karena seseorang tidak mengetahui apa yang akan terjadi esok, maka dari itu kita harus segera melakukan kebaikan dan harus menggunakan kesempatan sebaik-baiknya dalam segala hal yang di dalamnya telah tampak kebaikannya. Namun atas kemurahan Allah, pelaksanaan puasa sunnah ini tidaklah harus berurutan, dengan kata lain tidak harus dikerjakan selama 6 hari berturut-turut. Hal ini karena adanya beberapa kendala bagi mereka yang terhambat untuk mengerjakan puasa Syawwal sebagai contohnya ialah mereka yang sedang berhalangan sehingga haram hukumnya untuk berpuasa.

Semoga Allah memudahkan dan meberkati kita dalam menjalankan puasa sunah Syawwal. Aamiin.

Sumber:

Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji (Fatawa Arkanul Islam), Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Darul Falah, 2007

Puasa 6 hari Bulan Syawwal Hukum dan Keutamaannya, Yayasan Al-Sofwa, Redaktur Al Sofwah.or.id

Tata Cara, Niat, Keutamaan Puasa Syawwal; Hanya 6 Hari, tapi Pahalanya Seperti Puasa Setahun, http://makassar.tribunnews.com

Maulidini Fatimah A

Yogyakarta, 7 Syawwal 1439 [22 Juni 2018]

Scroll To Top
shared on azmobi.net