“Barangsiapa di antara kamu ada di Bulan Ramadhan, maka berpuasalah ..”(2 : 185)

Sleman  –  Allah paling mengetahui apa yang terbaik untuk makhluk-Nya. Akan selalu ada manfaat dan hikmah dari setiap apa yang diperintahkan-Nya. Begitu pun dengan Ibadah Puasa Ramadhan. Seperti disampaikan oleh dr. Egha Zainur Ramadhani saat mengisi taujih menjelang Buka Puasa Bersama Civitas Akademika Fakultas Geografi hari Selasa (1/8) lalu.

Acara Buka Puasa Bersama ini diadakan untuk mempererat silaturahmi Keluarga Besar Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Hadir Dr. Slamet Suprayogi, M.S. selaku Plt. Dekan Fakultas Geografi, Dr. Lutfi Mutha’ali, M.Tselaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan alumni serta para dosen dan karyawan Fakultas Geografi. Dari kalangan mahasiswa hadir Ketua BEM KM Fakultas Geografi, M. Zain Wicaksono, Efri Dian Kusuma selaku Mas’ul Jama’ah Muslim Geografi serta puluhan mahasiswa lain. Turut hadir pula mahasiswa negara serumpun kita, Malaysia. Semua berkumpul dengan menyandang statusnya sebagai seorang muslim, yang kedudukannya sama di mata Allah, hanya ketaqwaan yang membedakannya.

Penyampaian Materi Dari Pembicara
Penyampaian Materi Dari Pembicara

Dipandu oleh MC, M. Dhiya Ulhaq, acara dimulai pada pukul 16.20. Sedikit terlambat dari yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Acara dibuka dengan dibacakannya Surat Al-Baqarah : 183-185 oleh Azzam Ghozi Ahmad, mahasiswa Kartografi dan Penginderaan Jauh angkatan 2011.

Suasana menjelang berbuka puasa
Suasana menjelang berbuka puasa

Menjelang berbuka puasa, dr. Egha Zainur Ramadhani yang juga penulis buku “Super Health” ini menyampaikan taujihnya yang cukup menarik mengenai manfa’at – manfa’at berpuasa dari segi kesehatan sesuai dengan kapasitasnya sebagai seorang dokter muslim. Agama memang tidak bisa dipisahkan dari sains. Al-Qur’anul Karim merupakan kitab sumber segala ilmu pengetahuan. Perintah Allah untuk berpuasa pada Surat Al-Baqarah bukan tanpa maksud, hal itu tentu untuk kebaikan manusia. Berangkat dari pemikiran ini, banyak ahli kesehatan yang tertarik untuk melakukan penelitian. Hasilnya, diketahui bahwa ternyata puasa mampu mengistirahatkan pencernaan yang membutuhkan waktu selama 14 jam berada di dalam organ pencernaan. Puasa yang dilakukan selama kurang lebih 14 jam, yaitu dari Pukul 04.00 hingga 18.00 WIB sangat baik untuk kesehatan. Lalu, alasan mengapa harus dari fajar hingga maghrib dijelaskan oleh dr. Egha bahwa hal ini terkait dengan siklus pencernaan makanan pada lambung manusia. Itulah mengapa orang yang terbiasa berpuasa terlihat lebih fresh.

Materi taujih secara lengkap dapat diunduh di http://bit.ly/trilogisuper

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X