“ … Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (Al-Mujadilah : 11)

          Kutipan firman Allah diatas menunjukkan bahwa orang beriman dan berilmu lebih tinggi derajatnya daripada orang yang sekedar beriman. Karena itulah, kita sebagai muslim, selain harus memiliki aqidah yang benar, juga harus membekali diri kita dengan ilmu. Hal inilah yang mendasari tema Semarak Islam Geografi 1433 H yang digelar selama sepekan dari 22 hingga 30 September 2012, yaitu Kekuatan Persaudaraan dengan Ilmu dan Iman Menuju Indonesia Madani.

          Kegiatan ini merupakan terobosan baru dari Jama’ah Muslim Geografi yang beberapa tahun terakhir terkesan stagnan. Selama kurang lebih satu pekan, Fakultas Geografi disemarakkan oleh berbagai kegiatan seperti Kompetisi Islam yang meliputi Lomba Da’i Bumi, Islamic Debate dan Menggambar, Bazaar Buku dan Busana Muslim, Community Service meliputi Donor Darah, Koin Peduli dan Pelayanan Kesehatan hasil kerjasama dengan Lembaga Kemanusiaan PMI dan PKPU, Seminar serta Tabligh Akbar sebagai acara penutup.

          Kompetisi Islam dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 23 September dan 29 September. Diadakan pada dua hari berbeda dikarenakan perbedaan sasaran peserta. Pada tanggal 23 September diselenggarakan Lomba Da’i Bumi dan Islamic Debate untuk tingkat SMA/MA sederajat. Sedangkan pada 29 September digelar Lomba Menggambar untuk anak-anak usia 5-12 tahun. Kompetisi yang diadakan, terutama Lomba Menggambar, mendapat cukup banyak perhatian dan respon positif. Bahkan ada anak usia 3 tahun yang turut berpartisipasi dan akhirnya dinobatkan sebagai peserta termuda.

Suasana Lomba Menggambar
Suasana Lomba Menggambar

          Bazaar yang direncanakan berjalan selama sepekan penuh, pada kenyataannya hanya berjalan selama 4 hari dikarenakan ada sedikit kendala teknis. Penutupan Bazaar yang sama sekali tidak diperkirakan panitia ini menimbulkan kekecewaan berbagai pihak terutama mereka yang belum sempat mengunjungi Bazaar Buku dan Busana Muslim yang diantaranya dimeriahkan oleh Salsabila Batik, Notodiharjo dan Rabbani. Harapannya, penyelenggaraan Bazaar pada Semarak Islam Geografi tahun berikutnya dapat berjalan lebih baik.

          Terdapat tiga bentuk kegiatan Community Service alias Pelayanan Masyarakat yang diselenggarakan yaitu Donor Darah yang diadakan dua kali pada 26 September dan 30 September berbarengan dengan Seminar. Selain Donor Darah, ada pula Pelayanan Kesehatan serta Koin Peduli Bencana Kekeringan yang digelar pada hari terakhir Semarak Islam Geografi 1433 H, 30 September 2012. Kegiatan berbasis pelayanan ini mendapat respon positif dari banyak pihak terlihat dari banyaknya masyarakat, terutama civitas akademika Universitas Gadjah Mada, yang turut berpartisipasi. Kegiatan-kegiatan semacam ini harapannya mampu memfasilitasi mereka yang ingin membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Kolonel Ibnu Fatah, salah satu Pembicara Seminar, tengah mendonorkan darahnya
Kolonel Ibnu Fatah, salah satu Pembicara Seminar, tengah mendonorkan darahnya

          Ukhuwah Islamiyah tidak tersekat oleh batas administrasi, tidak terpisah oleh samudera. Setiap muslim itu bersaudara. Maraknya konflik antar bangsa sudah seharusnya mendapat perhatian khusus. Hal inilah yang coba diangkat pada seminar yang merupakan salah satu rangkaian acara Semarak Islam Geografi. Dengan tema “Menarik Batas Negara Tanpa Konflik : Studi Kasus Indonesia – Malaysia”, seminar ini menghasilkan Deklarasi yang disepakati bersama oleh Pembicara dan Peserta Seminar, bahwa Muslim dengan berbekal iman serta ilmu mampu mewujudkan Indonesia yang madani. Berikut isi Deklarasi tersebut.

  1. Kita ingin menjadi manusia yang Islam Kaffah
  2. Kita berperan sebagai khalifatullah fil ‘ardh
  3. Kita semua mewujudkan rahmatan lil ‘aalamiin
  4. Kita menjadi umat yang utama
  5. Kita mewujudkan Indonesia yang Baldhatun Toyyibatun wa Rabun Ghafur

          Walaupun agak tersendat saat publikasi, namun Seminar ini mampu menarik perhatian. Peserta cukup heterogen, tidak hanya berasal dari kalangan geografiwan. Peserta memiliki latar belakang disiplin ilmu yang variatif seperti Teknik Geodesi, Teknik Sipil, Hukum, MIPA dan Biologi. “Saya masih terkesan dengan seminar tadi. Benar-benar menggelorakan semangat untuk peduli terhadap nasib bangsa. Hidup mahasiswa Indonesia!“ komentar Syamsul Ma’arif, salah satu peserta seminar, melalui akun facebooknya.

          Sebagai acara penutup, Ustadz Subki Al-Bughury menyampaikan tausyiahnya pada Ahad sore, 30 September 2012. Tema yang diangkat adalah “Membangun Generasi Qur’any Penyelamat Bumi”. Manusia dengan perannya sebagai khalifah bertugas untuk memakmurkan, menjaga, merawat serta melestarikan bumi. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Muslim sudah selayaknya dijadikan acuan. “Untuk mewujudkan Indonesia yang madani, peran kita sebagai geograf yang memiliki wawasan kebumian adalah menambah tsaqafah islamiyah kita agar kehidupan kita di Bumi Allah ini senantiasa diberkahi”, ujar Farid Ibrahim, Ketua Panitia Semarak Islam Geografi.

Ustadz Subki Al-Bughury tengah menyampaikan tausiyahnya
Ustadz Subki Al-Bughury tengah menyampaikan tausiyahnya

         Akhirnya, Tabligh Akbar yang merupakan acara puncak Semarak Islam Geografi ini ditutup dengan pembagian hadiah bagi pemenang Kompetisi Islam serta pengundian doorprize. “Semarak Islam Geografi 1433 H ini merupakan titik tolak. Kedepannya, dengan pembenahan disana-sini, kegiatan ini akan menjadi masterpiece dari Jama’ah Muslim Geografi yang akan menghantarkan negara kita menuju Indonesia yang Madani”, pungkasnya. [Dini/FGE]

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X